Tampilkan postingan dengan label Jump Frog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jump Frog. Tampilkan semua postingan

Bikin Jump Frog Lagi

Siapa sih yang mau sakit, apalagi sakit mata. Duhhh... nyesak deh. Tapi kalau sudah dapat jatah, mau di apakan lagi. Terpaksa 3 hari berturut-turut tidak kerja. Untungnya sisa obat Maknyah masih ada, daripada ke dokter lagi, sisa obat tadi aku yang nenggak sampe habis. Lumayan membantu. Seharian bengong aja di rumah, mau keluar males, yaaa... iseng-iseng ambil gergaji, parang, cutter, amplas dan lain-lain. Bikin kodok loncat lagi.

GT, Gabus Toleeeeennn


Trip bersama Ari Satya Permana

Kangen dengan spot lama, Parit Jawi yang seingatku terakhir ku kunjungi tahun lalu bersama Andika dan Alex. Berbekal beberapa buah Sengkuni terbaru, jam 9 pagi mantap ku geber motor menuju jalan Pal menyusul Ari yang sudah sedari pagi curi start lempar lempar si sana.

Cara Memasang Skirt

Untuk sobat mancinger dan nelayan yang baru pertama kali belajar membuat sendiri Jump Frog, atau ingin mengganti skirt  lama dengan skirt baru kadang-kadang menemukan beberapa kesulitan. Terutama kalau skirt pengganti yang kita punya bukan merupakan skirt baru, melainkan terdiri dari beberapa lembar skirt berbagai bentuk, rupa dan warna. Namun, tak urung juga skirt baru sekalipun membingungkan kita. Sedikit tips da trik coba saya bagi dengan teman-teman semua. Ayuk Kita kkeemmmmmoonnnn...

Test Sengkuni sore Kemaren

Sampai ke rumah sudah jam 4 lewat. Kopi khas buatan mantan pacarku pun tidak sanggup meredam gejolak untuk segera meluncur ke Jalan Karet. Setting Black Max dan X-Puyu, kemas Sengkuni terbaru lantas kabur.

Sengkuni, Jump Frog rautan tanganku

Bersih bersih rumah merupakan agenda rutin tiap bulan. Selain rumah jadi bersih, itung itung nyari keringat plus ngajarin putri putriku tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, ciiiieeee.... hehehehehehe. 

Main JF di Spot Baru (baru ketemu)


Sangun JF No Fear
Sangun JF No Fear
Sampai di rumah, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera kabur ke kanal-kanal di tempat biasa aku mancing. Sungguh, masih terbayang di mata anakan gabus berenang beriringan di parit tepat di depan barisan kami yang bertugas menyambut tamu tadi pagi pada acara pernikahan puteri sohibku di Parit Juragan. Kalau saja tidak sedang dalam suasana seperti ini, sudah barang tentu aku akan teriak teriak kepada tuan rumah untuk meminjamkan joran tegeg atau apa sajalah untukku menggoda si induk gabus. Di tambah ulah induk gabus yang enjoy aja saat timbul menghirup udara, benar-benar bikin urat-urat di pelipisku berdenyut.

Racun Sangun masih tetap berbisa

Sangun Jump Frog
Sangun Jump Frog
Jam 9 pagi, kabur ke spot. Mumpung cerah. Sampai di Pasar kecil Sui Rengas terlihat aktifitas agak rame dari biasanya, orang pada ngerubutin penjual daging sapi. Maklum sodara sodara, besok lebaran Idul Adha. Jadi inget sama kampung halaman. Biasanya, H-1 begini, pasar utama di kota Kabupatenku rame, pada belanja keperluan lebaran. Baik itu menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha. 

Kocolan Menggila

Pulang kerja udah kesorean, sampe rumah masih kusempat sempatkan pasang skirt 2 kodok kayu yang kubuat kemaren. Setelah semua persiapan genah, aku tancap gas menuju Berembang. Kali ini spot yg bakal ku jajal adalah sebuah kanal yang baru beberapa bulan lalu dinormalisasi. Karena seminggu yang lalu sepulang dari Sui Kupah kulihat tepi tepi tanggul udah ditumbuhi rumput lumayan tinggi sampe ada yang udah menjulur ke air.

Ketika sampai di tikungan ujung Sui Berembang, di pitu air, aku mampir dulu, nyalakan rokok, setting perangkat lantas mencoba action 2 kodok kayu yang tadi ku pasang skirt. Kodok yang agak gede actionnya membingungkan, hahahahaha ... bayangkan, yang bikin aja bisa bingung, apalagi target. Abisnya, kadang geleng-geleng, sesekali loncat-loncat. Sementara kodok yang atunya lagi, segede jempol tangan, actionnya ajib abis, sejauh apapun ku lempar, begitu menyentuh air dan di tarik, langsung stabil loncat-loncat, yesss...

Sangun Test Renang

Karena pada saat ngumpul ngumpul di pasteng temen-temen pada ga ada yg sempet mancing, walhasal bin walhasil, pagi sabtu selepas mengantar nyonya rumah nguber kangkung dan ikan asin di pasar Perum, aku berangkat sendiri ke spot sasaran. Namun, sebelum sampe ke tujuan, aku mampir dulu ke salah satu tanggul dimana dulu aku sering dapet kocolan. Tanggul itu juga salah satu tempat favoritku untuk test kodok loncat. 

Sampe di klip air/pintu air, aku setting perangkat. Kali ini pengen lihat reaksi si Sangun kalau aku pake joran letur. Pilihan jatuh pada perangkat spinning. Rell Shimano Sienna 2500, joran ... hahahaha ... joran merupakan paduan dua brand dan jenis berbeda. Untuk butt, aku pake bosna spinning, sedangkan untuk ujung, aku pake ujungnya Battle-x, rod BC pertamaku .... jiakakakaka... aku sampe senyum sendiri memperhatikan rodku yang jadi aneh.

Bikin Kodok Loncat (bag.2)

Musim kocolan neh, hahaha, padahal kocolan itu sendiri merupakan nama lain dari si Gayus eh gabus. Cuman, oleh sesama pemancing, istilah kocolan di berikan kepada gabus yg masih kecil, yang belom sampe 4 atau 5 ons beratnya. Ah ... masa pintar lah, hehehehe, yang penting lempar lempar dan keringatan... seeeppp lah...

Ok masbrow dan umdan serta para penggila kocolan, kali ini mumpung masih anget di kepala, mo bagi bagi sedikit tips bikin kodok loncat dari kayu, Istilah kerennya Jump Frog, belakangan baru saya tahu ada lagi istilah laen, Kodok Gagnam Style alias kodok geleng geleng.

Bikin kodok loncat


Bikin Kodok loncat
dengan peralatan seadanya
Hujannn ... hujan hujannn... bener bener bikin mumet nelayan sepertiku, ah daripada bikin dosa ni mulut ngomelian hujan yang belum juga berhenti, bagusnya bikin sampah berserakan aja di teras, biar radio "Voice of Mak'Nyah" mengudara lageeee...