Musim kemarau sebetulnya memberikan kemudahan tersendiri bagi pemancing gabus sepertiku. Debit air sungai, danau dan kanal-kanal turun sehingga ruang gerak buruan semakin sempit, otomatis strike rate meningkat... itu teorinya. Prakteknya ternyata jauh berbeda. Letak sungai sungai yang langsung bermuara ke laut sementara kanal kanal utama bermuara ke sungai sungai tadi membuat air asin masuk jauh ke dalam hingga kadang sampai ke parit-parit irigasi sawah tempat biasa kami menguber kocolan. Ikan gabus sepertinya enggan keuar dari persembunyainnya atau mungkin jadi malas makan, entahlah. Padahal menurut yang aku dapat dari berbagai sumber, ikan gabus daya tahannya luar biasa, dan pastinya sudah terbiasa dan bisa cepat beradaptasi dengan kondisi air dan lingkungan tempat tinggalnya.
Tampilkan postingan dengan label kocolan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kocolan. Tampilkan semua postingan
Mancing gabus di bulan puasa
Karena pagi pagi mesti bantu bantu maknyah, akhirnya kuputuskan nguber gabus selepas zuhur aja, kebetulan cuaca hari ini cerah, ga seperti biasanya hujan melulu. Tujuanku kali ini mau menyambangi Paret mak rebo'. tapi begitu sampai di jembatan ke arah kolam di berembang, aku berobah fikiran, ada baiknya mampir dulu ke kampung baru.
Jalan tanah yang kulalui udah agak enak buat nguber revonya maknyah, walau sebagian masih tampak becek, menjadikan aku tetap harus extra hati hati.
Labels:
article,
Casting,
casting gabus,
Gabus,
kocolan,
Nabaw Spinnerbait

