Mancing Mania Trans7

Lagi asik asik ngalor ngidul bareng kumendan Susanto Chai dan Liem Lie Hien, Komandan Wijayadi nongol. Semula ku kira si Jay mau ngasi job ke, mau kasi duit atau apalah, eh taunya ngajak nguber gabus bareng si Chepy Yanwar. Sontak kaget ndan, mimpi aja ga pernah (ngayal sering, hahahahaha...) 

Hari Pertama
Singkat cerita, hari petama kami berangkat ke spot pertama di Tayan di mana di sana kumendan Henry Siagian telah bersiap sedia. Aku yang untuk pertama kalinya dalam sejarah mancing keluar kandang alias trip jauh rada kagok juga. Meskipun targetnya gabus, tak urung membuat aku ketar ketir karena medan dan spot yang jauh berbeda di banding spot gabus di Pontianak. 

Mas Andre Indrodjanoe ( ssssssttttt.... lagi kerja nih )
Setelah kelengkapan siap, kami masuk ke sungai Tayan, tepatnya danau Pak Yakob (Pak Yakob adalah warga Tayan yang mengantar kami ke Spot).  Danau tersebut lebih tepat di sebut sebuah genangan air karena merupakan sisa air yang tertinggal di bagian tengah ketika debit air turun drastis atau pada musim kemarau. Bagian tengah danau di tumbuhi rumput dan alga. Hanya satu bagian di tepi danau yang agak luas kami jadikan tempat istirahat sekaligus satu satunya tempat yang agak leluasa untuk melakukan lemparan ke tengah danau.

Narsis dulu aaaahhh...
Sementara mas Andre dan Mas Fane mempersiapkan senjata tempurnya, Aku, Chepy, Jay dan Henry mulai melempar umpan. Aku dan Chepy mencoba melakukan lemparan ke tengah danau namun tidak ada sambaran sama sekali. Ketika melepaskan rerumputan yang tersangkut di hook soft froggy aku baru sadar kalau ternyata air di tengah danau agak hangat. Ini pasti yang menyebabkan para buruan kami mencari air yang agak sejuk. Kalau tidak ngumpet di dasar danau, di balik tumpukan daun daun kayu yang sudah mati, mungkin si gabus ini malah pada nyari mangsa di tepi. Dan benar saja dugaanku, Soft froggy yang di lempar Cheppy ke tepi danau di bawah ujung ujung daun pohon yang menjuntai hingga hampir menyentuh permukaan air mendapat sambaran, sayang miss.

Wijayadi in action
Melempar umpan ke tepi danau di mana ujung ujung dahan sampai ada yang menyentuh air membuat tantangan tersendiri, aku terlanjur membawa joran 198 cm, jadi kalang kabut juga. Aku dan Henry saling olok karena hanya kami berdua yang menggunakan joran panjang dan kaku yang menyebabkan kami agak kesulitan melempar umpan. Aku, Henry dan Jay mendapat beberapa kali strike, sayang gabusnya kecil kecil.

Setelah istirahat makan siang, kami berpindah ke spot yang kedua. Tempatnya lebih asik buat lempar-lempar. Sayang temperatur air pun sama seperti danau pertama, Permukaan air terasa hangat. Ada beberapa kali sambaran, sayang tak satupun yang berbuah strike. Kami memutuskan berbalik lagi ke spot pertama. Menjelang jam 3 sore kami memutuskan menyudahi mancing.

Lagi ngapain tuh ???
Dalam perjalanan pulang menyusuri sungai, Bro Henry mengajak kami mampir untuk mencoba lempar lempar umpan di samping jalan yang baru di bangun. Ahkirnya Cheppy strike juga. Sontak adrenalin kami terpacu kembali. Akupun tak ketinggalan strike seekor gabus yang lumayan gedenya. Hingga ke ujung jalan tak ada lagi sambaran. Jam 4 sore kami pulang.

Hari ke-dua

Wijayadi, Chepy dan Andre
Jam 9 pagi kami sampai ke Kakap di mana Pak Romero, Andika dan motoris sudah lama menunggu. Berangkat ke Tanjung Saleh dengan menggunakan dua buah kapal bermesin robin. Perjalanan ke spot lumayan melelahkan karena kondisi air yang sedang pasang surut menyulitkan kapal robin untuk masuk ke kanal sasaran kami. Aku, Pak Romereo dan Andika di boat kedua terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, lumayan brow, sisa capek kemaren masih belom ilang eh hari ini harus berjalan kaki pula... Tapi tetep ... cemungudhhhh...

Rasa lelah seakan hilang begitu saja ketika mendengar teriakan nyaring si Host MM7 yang super duper beken... Strikeeeeee... Yah, Cepy membuka strike pagi ini membuat kami semakin bersemangat. Aku, Andika dan Wijayadi segera saja beraksi menganggu ketenangan gabus di kanal tersebut dengan kodok-kodokan plastik sementara Pak Romero dan Bang Ali (motoris Pertama) menggunakan joran telscopic plus rell spinning dengan umpan kodok hidup, motoris kedua yang aku lupa namanya menggunakan joran tegeg biasa. Silih berganti kami strike hingga tak terasa sudah jam 11 siang. Kami beristirahat di bawah susunan daun nipah yang di bikin mirip tenda atau pondok darurat.

Jam 1 siang aku sudah mulai lempar lempar lagi, dapet lagi beberpa strike, sayang gabusnye kecil kecil. Andre juga dapet satu strike. begitu pula dengan Pak Romero dan motoris. Jam 2 siang kami bergerak ke titik ke dua. Berjalan melewati sawah yang belum lama habis panen. Chepy sempat terperosok ke parit dan Andre sempat terjatuh ke kanal yang kering karena titian dari batang kelapa yang sudah agak rapuh tak kuasa menahan berat badannya. Baik Chepy, Andre dan Fane sempat ku olok-olok soal wild fishing dan alam liar ketika kami istirahat di bawah pohon kelapa dan tau ngga brow... aku jadi malu sendiri ketika tau mereka ternyata jauh lebih sering berhadapan dengan bahaya ketimbang aku yang cuman jago kandang, wkwkwkwkwkw... malu sendiri jadinya.

Setelah puas istirahat dan ngalor ngidul, kami mulai lempar lempar, konon kanal ini ada Tomannya. Hingga bergerak ke ujung kanal aku hanya dapet satu strike anak toman dan ku rilis kembali ke parit kecil. Jam 4 sore di bawah mendung tebal kami pulang





Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...