Gabus Monster Sungai Itik

Reel Abu Garcia BlackMax2-L kesayangan udah lancar lagi nih buat lempar lempar kodok setelah pawlnya diganti baru. Sesuai petunjuk mbah yutub... grease dan oli jangan kebanyakan, secukupnya ajah. Grease untuk gear dan Oli untuk bearing. Semagat 66 77 dan 88, siang-siang jam 14.00 WIB mantap kugeber meggy bututku ke spot lama. Sungai Itik.

Sampai di persimpangan sui udang, berhenti sejenak, bimbang nih, soalnya masih teringat spot tanggul tengah kemaren, Gabusnya rame, galak galak lagee... Galau, mau lanjut ke sui itik apa belok masuk ke sui udang. Ah, daripada bengong mampir dululah ke warung tepi jalan, beli rokok dan ngasi minum si meggy.


Setelah istirahat cukup, lanjut geber meggy, tekadku bulat sudah. Sui Itik. Sampai di Jeruju besar, tepi jalan dekat pemakaman, aku udah ga sabar mo tes lempar lempar, segaja hari ini aku menurunkan kodok pabrikan semua, Bakau, Superior Frog, Hinomiya, Storm Frogga dan kodok gendut yang aku lupa namanya. Setelah melakukan beberapa kali lemparan aku gonta ganti lure dan gonta ganti proppler, akhirnya ketemu beberapa kombinasi yang menurut seleraku, sempurna. Storm frogga dengan double proppeler modisikasi dari bekas proppeler si bakau dan superior frog, ribut nauzubilee... Kebetulan, semenjak si frogga menghuni box lureku, jarang kuturunkan dan belum amis amis juga. 

Begitu pula si bakau albino, jarang aku turunkan karena hook bawaan yang notabene ada safetyhooknya udah kuganti dengan hook vmj, body si bakau lumayan berat dan tenggelam, jadi begitu lempar kudu cepet cepet diretrive. Eh, setelah lemparan demi lemparan, si Albino berhasil bikin ngamuk seekor gabus ukuran sedang, baru aja mo ku foto, mengelepar dan nyebur lagi ke kanal, kesian. Pasti robek tuh bibirnya.

Setelah puas testing lempar lempar, aku melanjutkan perjalan menuju spot utama, Sungai Itik. Sampai di jembatan belok kiri terus masuk hingga beberapa kilometer sampe mentok ke kanal yang beberapa bulan lalu abis dinormalisasi dan ga ada jembatan untuk menyeberang ke ujung. Tanah bekas galian udah kering namun belum rata, kupasakan masuk, namun baru belasan meter, perutku udah ga karuan rasanya, mana tangan pegel memainkan tuas koploing. Ah udah lah, parkir di tengah dan mulai lempar lempar dari situ. 

Gabus Sungai Itik
Ga kerasa udah setengah kanal kumasuki, namun baru dua kali sambaran miss, belum ada sambaran berarti. Hingga sampai di perapatan kanal yang jembatannya tebuat dari bambu dan batang kelapa, aku memilih menyeberang lurus ke depan, karena kulihat tanggul kanan buntu, Fikirku nanti setelah balik arah baru masuk ke kanan dan ke kiri. 

Hingga mentok ujung tanggul hanya 3 ekor gabus ukuran sedang dan seekor kocolan yang landed. Balik lagi dan lempar lempar. Aneh bin ajaib... dari ujung tanggul hingga sampe ke perapatan tadi, luar biasa... gabus besar dan kecil silih berganti menerkam lure, aku jadi besar kepala, setelah satu gabus landed dengan si bakau putih, aku ganti lagi dengan si mini superrior, begitu seterusnya hingga sampe ke perapatan. Lumayan, 9 ekor gabus berbagai ukuran berhasil kunaikan, sementara gabus gabus kecil yang ngga sampe sejengkal kulempar kembali ke kanal.

Sampai di perapatan, aku istirahat di bawah salah satu pohon kelapa, ngepul sejenak, bales sms dari rekan dan ternyata jam di hpku udah menunjukkan pukul 15.30, wahhh... padahal rasanya ga jauh jauh amat aku lempar lempar tadi... 

Puas ngepul ngepul, aku melanjutkan lempar lempar ke tanggul kanan, menyeberangi titian dari batang kelapa. Di tengah tanggul dapet sambaran lumayan, sayang mocel. Kulanjutkan lagi hingga mentok ke ujung tanggul. Aku berbalik arah dan mengganti lagi lurku degan storm frogga. Pada lemparan kedua sambaran dari bawah teratai mengagetkanku, si frogga sampai terpental ke atas, kudiamkan sejenak lantas perlahan kutarik lagi. Blup... si frogga lenyap dari permukaan air, tali menegang dan joran kugetak... yessss... strikeeee.... joran melengkung tajam. Dibawa gabus yang berusaha masuk kembali ke bawah teratai, sekuat tenaga kutarik paksa keluar. begitu terbebas dari bawah teratai, tarikan si gabus makin menjadi... woow... jempol reflek mengendorkan drag... nyut.. srettttt... tali terulur sewaktu si gabus beronta ke arah persimpangan tanggul, wah asik nih, malah dibawanya ke tempat yang lapang, 

Gabus pontianak
Setelah puas bermain dengan si gabus, perlahan kupaksa gabus untuk ke permukaan ... uju buseettttt.... monster rupanya, pantes lumayan tarikannya. Buru buru kutarik leader dan mengangkat si gabus ke atas. Takut kejadian di Parit Bnegke terulang. Jiahhh.... kepala gabus aja sama besarnya dengan sepatu bootku, kubandingkan dengan botol pocari sweat, masih lebih besar body si gabus. Setelah foto foto, froga kulepas dari dalam mulut gabus degan susah payah, hook kanan mengait ke muara tenggorokan, sementara hook kiri menancap di isang... udah nasibmu yussssss.... ga bakal hidup lama nih kalau isang udah terluka...

Karena dapet monster, gabus gabus yang kudapatkan di tanggul pertama kupilih dua ekor yang paling gede untuk di bawa pulang, selebihnya kulepaskan lagi, berharap suatu saat kelak ada salah satunya bertahan hingga jadi monster gabus, Soalnya, kalau untuk teknik casting, di sini udah jarang jarang ketemu size segini, maklum penduduk tempatan/lokal juga doyan mengkonsumsi ikan ini, jadi jangan heran kalau sejauh manapun anda masuk ke tanggul, tetap ada aja satu dua tajuran.

Ngga terasa, udah jam 17.00 WIB, aku menyudahi trip kali ini, bawa pulang gabus 3 ekor. Sampe di rumah kutimbang, 1,7 kg dan kuukur panjangnya mencapai 52 cm, Sayang, gabusnya diam tak bergerak dengan body melengkung, walhasil, si gabus masuk panci nyonya rumah dan jadi asam pedas.


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


4 komentar:

Ivvan Fardyan mengatakan...

Pagi, siang, sore atao tengah malam mas...
Melihat lokasi dan artikel nya membuat pingin belajar mancing casting gabus nih... Kalo boleh pingin gabung ni mohon berbagi ilmu dan gabus nya sekalian. Hahaa. Saya tinggalnya di pontianak barat di sekitar jalan tabrani ahmad.. Soalnya sudah geram ama cara mancing gabusnya..

Aba Enim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Aba Enim mengatakan...

+Ivvan Fardyan

Terimakasih sebelumnya karena telah mampir dan meninggalkan komentar di blog sederhana ini.

Saya tinggal di jalan Tebu. Kalau mau mancing bareng, saya biasa mancing gabus sabtu dan minggu. Tidak ada ilmu yang bisa saya bagi selain kelicikan menipu gabus, hahahahaha... dan kalau soal berbagi gabus, baiknya hubungi rekan rekan kotek mania brow. Soalnya kalau nelayan sok jadi castinger seperti saya paling banyak dapetnye 5 ekor, itupun jarang ada yang besar untuk seputaran kota kita

so, kontak aja langsung ke fb saya

terima kasih, salam sutrek brow

Uray Hendra mengatakan...

Om lokasi gabus sekitaran pontianak dimana ya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...