Explorasi ke Rasau Jaya

Sabtu
Sebenarnya agak telat nih posting yang satu ini, tapi ga apa apa lah, dari pada ngga sama sekali, hehehehehe

Sabtu pagi seperti biasa, selepas bantu bantu nyonya rumah aku cabut dengan peralatan tempur lengkap. termasuk 2 buah botol air mineral @2 liter, hihihi... aku sampai dijuluki onta sama rekan rekanku karena keranjingan minum air putih kalau lagi casting. 


Mancing Gabus Sendirian
Perjalanan kutempuh hampir satu jam karena padatnya lalulintas di tengah kota. Mendung sepertinya lagi akrab baget sama langit di atas khatulistiwa ini. Dasar akunya saja yang nekad. Soalnya mau ke jelau udah kesiangan dan mesti balik lagi sesegera mungkin agar sebelum jam 15.00 udah ada di rumah, Nah lo.. kapan lempar lemparnya ????

Sampai di Rasau jaya sebelum explore kuputuskan untuk mampir dulu ke spot gabus yang pernah ku kunjungi bersama umdan Toto tempo hari. Baru ketemu kanal pertama, masih di perumahan penduduk aku udah ngga tahan, setting  piranti dan lempar lempar, nihil. Bergerak ke tanggul berikutnya, di sebelah ladang jagung aku lempar lempar lagi, ganti degan hardfrog seharga Rp. 15.000 yang udah ku ganti hooknya serta kupotong sedikit ekornya, jadi ekornya jadi lebih pendek.

Menyusuri tanggul, sambil lempar lempar hingga ke ujung, tetap aja nihil. Berbalik arah ke tempat aku parkir motor sambil kembali melakukan beberapa kali lemparan, akhirnya landed seekor gabus ukuran sedang. Seperti biasa, foto foto dulu, ikannya baru seekor ... fotonya udah belasan hahahahahaha...

Lanjut lagi ke beberapa tanggul, gerimis perlahan mulai turun. Sambil terus melempar kesana kemari aku bergerak menembus kanal kanal air yg saling berhubungan satu sama lain, hingga sampai pada persimpangan kanal aku istirahan sejenak. Setelah istirahatkurasa cukup, kuputuskan untuk menembus ke jalan raya kembali dengan mengambil jalan memutar sambil sesekali singga untuk cast. 3 kali mocel mulu, baru di ujung kanal di belakang rumah pendudik yang menghadap ke jalan raya aku berhasil menaikkan satu lagi gabus ukuran mama. Gerimis udah berubah menjadi rintik yg semakin membesar, kusudahi trip kali ini. Tancap gas menggeber motor dalam lebatnya hujan, kembali ke kota Pontianak.

Minggu

Gabus Rasau Jaya
Rasa penasaran akan beberapa gabus yang mocel kemarin membuat pergi lagi ke spot kemarin. Kali ini sesampai di Rasau aku langsug menuju titik di mana aku mocel kemarin, aku mencoba softfrog merk sabpolo ukuran 3cm yang hooknya udah ku ganti degan hook hinomiya. 

Sayang, dua kali berturut  mocel. bikin hati makin ga karuan, mana mocelnya di depan mata para tegeg mania lagi. hadewwwwww...

Karena panas sedang garang garangnya aku  istirahat di bawah rimbunnya sebuah pohon mangga. Aku dihampiri salah satu tegeng mania, rupanya beliau warga lokal, Setelah kenalan dan saling tukar no HP (maklum ga punya PIN BBM, yg ada PIN m kios aja... hahahahah) ngalor ngidul hingga jam 2 siang, kami berpisah... sedih rasanya melihat ikan gabus yang ngga sampe sejengkal panjangnya juga di angkut sama si tegeg mania cs. Aku keluar dari kanal balik ke arah Pontianak untuk selanjutnya berbelok kiri, ke kanal yg belum pernah kujejalah. 

Kanal Kedua, buanyak kocolan
Berbekal petunjuk arah dari tegeg mania tadi aku menelusuri jalan yang sedang dalam tahap perbaikan. Sampai di salah satu rumah penduduk kulihat kanal di samping rumahnya seperti baru habis digaruk oleh exsavator, istilah di sini abis di jumbo. parkir motor dan lempar lure. Pada lemparan kedua dapet sambaran, lumayan juga fightnya karena si gabus bertahan di sela tumpukan kayu kayu dan papan papan bekas yang mengapung di permukaan air. Tak disangka tak dinyana... lumayan gede dari biasanya. kutaksir beratnya mencapai 7 ons, mungkin lebih. Karena masih di tepi jalan raya, sesi pemotretan berlangsung agak lama karena penduduk sering berlalu lalang, jadi, nunggu sepi dulu baru jadi model... hiahahahahahaha...

Setelah si Gabus aman dalam kantong plastik, aku kembali melakukan lemparan, sayang hingga beberapa puluh meter aku berjalan nihil. Kuputuskan untuk melanjutkan mencari kanal lain.

Suka Duka explore sendirian
Selepas masjid, kembali sebuah kanal sama persis seperti kanal pertama menarik perhatianku, Apalagi di sebelahnya ada sawah luas yang baru selesai ditanami padi. Motor kubawa masuk kira kira beberapa puluh meter kedalam. Parkir dan istirahat sejenak. Setalah istrirahat kurasa cukup aku melanjutkan beraksi, kali ini lure ku ganti dengan lure buatan tanganku sendiri yang kuberi nama SANGUN Series. Memang sengaja tidak ku cat, jadi maksudku lure ini memang buat bikin ribut saja, kalau nyajen ya udah hehehehe... beruntung baru sedikit saja tanaman air yang menjalar di sepanjang kanal, tapi aku malah pesimis... tempat lapang begini, jarang jarang ada gabusnya, apalagi baru selesai normalisasi kayak gini, kemana gabusnya ngumpet dan bersarang kalau kanalnya terlalu bersiah. 

Tapi ah, masa bodoh, kan udah punya ilmu su'uzon serta semboyan lempar terus ga usah pulang... wkwkwkwkw... Semangat dan adrenalin kembali terpacu manakala sangun mendapat sambaran dahsyat dari bawah permukaan air. Karena yakin hookup sempurna, tanpa disentak joran udah melengkung duluan. Drag Blacmax kukendorkan sedikit bermaksud bermain main dengan si gabus sekalian tanganku merongoh salah satu kantong di ranselku, owalah... si handy kusangkutkan ke motor tadi. Ga jadi bikin video akhirnya buru buru kunaikan si gabus. Lumayan juga ukurannya. Foto foto dalam bebrapa pose kemudian melanjutkan perburuan.

Gabus Rasau Jaya
Hingga jam 4 sore ada banyak sambaran, sayang hanya 2 yang landed itupun kulepaskan kembali karena masih kecil dan kebetulan lukanya tidak begitu parah, degan harapan semoga si tegeg mania tadi ga dateng ke sini karena si tegeg mania tadi bilang ada beberapa tanggul yang baru di jumbo dan gabusnya ngga ada. Kufikir wajar aja dia bilang ga ada gabus, karena tegeg mania kan mainannya di semak semak... heheheh aman dah fikirku. 

Jam 16.00, total  strike 4, bawa pulang 2 ekor gabus seukuran lengan, kusudahi penjelajahanku dengan niat bulan 1 atau bulan 2 ngajak rekan rekan lain casbar di sini.


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...