Mancing Gabus Siang-siang

Aba Enim
Mancing Gabus
Pagi minggu, seperti biasa bantu-bantu orang rumah. Kelar semua hingga jam 09.00 WIB. Kalau biasanya dari semalam aku sudah berkemas mempersiapkan peralatan mancing, entah kenapa kali ini bawaanya malesssss aja. Kecapean karena baru tadi malam pulang dari tugas.

Hingga jam 10 pagi aku seperti orang kebingungan di rumah. Mau tidur siang rasanya masih kepagian. Melihat gelagatku yang seperti cacing kepanasan, Orang rumah maklum lantas menyuruhku pergi nguber gabus saja. Hureee, pucuk di cinta gabuspun tiba... hahahahaha. Kemas-kemas perangkat, jam 10.30 WIB aku cabut ke spot terdekat.

Sampai di kampung baru aku menuju kanal 2 tempat dulu aku sering melakukan test untuk JF buatanku. Kondisi air sedang pasang surut, hanya sayang air di kanal 2 terlalu jernih dan dangkal. Tapi ah tak salah kalau aku set peralatan mancingku di pintu air di sini fikirku, tokh nanti masih ada 4 kanal menanti.

Hingga pertigaan kanal di tengah kanal 2 hanya ada 2 kali sambaran kecil. Kulanjutkan ke ujung kanal dekat pondok pertama. Landed seekor gabus ukuran sedang. Alhamdulillah... sudah ada foto nih untuk di posting di blog, hehehehehe... 
Wawan Dharmawan
Wawan Dharmawan

Lanjut lagi balik arah dan keluar dari cabang kanal, landed lagi 2 ekor gabus kecil. Ketika gabus akan kulepaskan seorang petani datang menghampiriku. Akhirnya ketiga gabus perolehanku keuberikan kepadanya. 

Masuk ke jalan utama, kulihat ada dua orang tegeg mania melempar umpan di kanal utama yang airnya surut dan agak bening, eh ... sutrek gabus. Kuputuskan istirahat sejenak di bawah pohon pisang di tepi kanal dekat jembatan penyeberangan yang terbuat dari batang kelapa. Seteguk pocari sweat menyegarkan tenggorokanku. Nyalakan rokok dan duduk manis di atas jok motor. Sayang posisi si tegeg mania semakin menjauh, sehingga gambar yang ku ambil dengan HPku kurang jelas.

Casting Ikan Gabus
Ikan Gabus
Setelah puas beristirahat aku melanjutkan perjalanan. Kali ini aku berniat untuk mengikuti jejak si tegeg mania yaitu lempar lempar di kanal besar. Belum jauh motorku melaju aku berpasasan dengan rekan castinger. Ternyata si Wawan. Akhirnya wawan berbalik arah dan kami berduapun mulai mencoba peruntungan di kanal besar. Alhamdulillah aku sutrek lagi seekor, begitu juga dengan Wawan. 

TYepat jam 12 siang kami istirahat di sebuah warung. Ngalor ngidul hingga jam 1 siang kami kembali beraksi. Wawan dapat beberapa ekor gabus lagi. Kami lantas menuju kanal 3 yang pintu airnya tertutup rapat sehingga debit air setinggi tepi kanal. Semula aku pesimis karena beberapa kali melempar spinner tak ada satupun sambaran sementara wawan yang memainkan soft frog sudah sutrek 2 ekor gabus. Hingga ke tegah kanal barulah spinner mendapat sambaran lumayan mengagetkan dan akhirnya landed seekor gabus ukuran sedang. Setelah foto-foto gabus kulempar ke arah wawan di seberang kanal. 

Lajut hingga ke ujung mocel melulu. Kami berbalik arah dan aku hendak pamit duluan pulang karena tanpa terasa satu jam lebih sudah kami menyusuri kanal 3. Karena aku akan pulang wawan ngacir duluan kembali ke kanal besar sementara sambil bergerak keluar kanal aku masih melakukan beberapa lemparan. Karena sering mocel umpan ku ganti dengan inline spinner yang merknya aku lupa. Alhamdulillah hingga pintu air depan 7 gabus berhasil ku naikkan dan kesemuanya kulepas lagi karena ukurannya kecil-kecil. tepat jam 3 sore aku pulang.

Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


1 komentar:

Megan Calista mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...