Sengkuni, Jump Frog rautan tanganku

Bersih bersih rumah merupakan agenda rutin tiap bulan. Selain rumah jadi bersih, itung itung nyari keringat plus ngajarin putri putriku tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, ciiiieeee.... hehehehehehe. 


Salah satu kursi yang sudah layak pensiun nyaris ku bakar di tempat sampah, salah satu bagian kursi (sofa butut) tersebut terbuat dari kayu ring ukuran 3 x 5 cm membuat aku mengurungkan niat untuk menyalakan korek api. Tiinnggggg ...... muncul ide untuk menjadikan kayu tersebut sebagai bahan dasar/utama Jump Frog.

Umpan Mancing Ikan Gabus
Sekedar mengingat cara membuat JF
1. Buat potongan kira kira 5cm untuk JF 4 cm
2. Raut menjadi betuk bulatan panjang
3. Bentuk rautan menjadi seperti gambar no 3
4. Bentuk setelah di amplas
5. Potong bagian atas (gbr no. 3) sehingga seperti gmbr no 5
Setelah acara bersih bersih rumah selesai, kayu untuk bahan jump frog tadi segera ku amankan. Rencananya nanti sore sepulang mancing baru akan aku kerjakan. Sayang, cuaca malah kurang mendukung. Akhirnya selepas mandi aku memulai pembuatan JF dengan bahan yang baru, maksudku bahan lain selain kau Pelaik yang bisa aku gumanakan untuk membuat Sangun.


Kayu kupotong sepanjang  5 cm. Lantas potongan tadi kubelah dua. Lumayan banyak jadinya. Selanjutnya menyerut kayu menjadi bentuk pulat panjang. Tidak harus presisi bener, toh nantinya akan di perhalus dengan amplas. Selajutnya serut bagian kepala dan bagian untuk ekor, bentuknya agak meruncing sehingga kalau serutan telah jadi, bentuknya jadi mirip tempayan mini,

Pemotongan miring pada bagian kepala membuat panjang JF berkurang kira-kira 1 cm. Misalnya sobat nelayan mau membuat kodok 5 cm, siapkan bahan sepanjang 6 cm. Pokoknya lebihkan 1 cm dari ukuran kodok yang kita inginkan.

Belah belakang JF, pemasangan kawat, pengeleman dan pemasangan pemberat silakan simak di sini. Sementara proses test apung kulewatkan karena sudah ketemu komposisi yang pas untuk pemberat dan skirt.

Lumayan, jadi 6 biji buat di test besok. Asiknya, bahan meskipun lempung, terasa berat dan lebih alot dari kayu Pelaik. Terlebih setelah kutemukan cara jitu untuk melapisi permukaan JF yang sudah jadi dengan lem cepat kering menjadikan penampilan kodok baru ini agak berbeda dengan kodok kodok kayu terdahulu, penampilannya lebih cccliiinnggggg getho lho, hihihihihi...

Besoknya, seperti hari hari minggu biasanya, setelah beres-beres dan bantu-bantu maknyah serta mengantar mantan pacarku itu ke pasar Teratai, aku berangkat ke spot dengan mengemban misi test action 6 buat kodok baru yang ku beri nama SENGKUNI ini di mana salah satu prosedur pembuatnya kulewatkan, yaitu tes apung. 

Alhamdulillah, ke 6 buah Sengkuni ini berenang sesuai keinginanku, kalau di retrive santai, aksinya loncat-loncat. Kalau di twice, aksinya jadi seperti mini popper. Serunya lagi,  semuanya berhasil menghasut dan menipu para kocolan sehingga terpikat dan terpedaya.


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


6 komentar:

Dani Karsa mengatakan...

Biar kinclong pake apa gan?

Dani Karsa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Raden Amri mengatakan...

Mantap bro

Raden Amri mengatakan...

Mantap bro

Raden Amri mengatakan...

Mantap bro

Unknown mengatakan...

Berapa senti kail yg d gunakan jf boleh tau mas masnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...