Mumpung ada fotografer gratisan

Jam 13.00 WIB aku ngacir ke spot. Lagi setting tackle, HP bututku berdering. "Hallo Abah..." 
" Aaaaa... Hallo juga Boss"
"Abah di mana ?"
"Saya di tepi paret boss"... 
"Ok Abah, saya menyusul"

Hpku masukkan kembali ke dalam tas lantas melanjutkan setting perangkat yang tadi sempat tertunda.

Setelah perangkat tempur dalam kondisi "ready" aku mulai beraksi di titian pertama bergerak ke arah timur sepanjang tepi kanan kanal. Crank berlidah pendek berwarna hijau stabilo yang belum lama menghuni box lureku tersebut meliuk liuk indah menyusuri tepi tepi kanal. Sampai di salah satu cekungan, si hijau ku lempar agak pelan. Byurrrr... jatuhnya terlalu ribut fikirku, jangan jangan si gabus yang jadi targetku udah pada kabur ketakutan. 

peralatan Casting
Okuma Tormento dan Surecath
 Armatus 101
Ku ulangi lagi melempar crank sekali lagi, kali ini lemparan agak jauh dari titik lemparan pertama. Baru kira-kira empat atau lima kali putaran engkol reel... si crank disambar oleh sigabus, Fight sebentar dan si gabus langsung menyerah. Besarnya kira kira sebesar pergelangan tangan anak anak. perlahan gabus ku angkat ke tanggul. Si gabus menggelepar lalu terlepas dari hook si crank lantas masuk ke petak sawah yang tergenang air. Yahhhh... gagal deh foto strike pertama hari ini, tapi ah... tidak apa-apa. Toh si hijau stabilo sudahpun amiss...

Aku melanjutkan lempar lempar hingga tikungan yang terputus oleh sebuah parit kecil, sayang hari ini aku tidak membawa sepatu bot keramatku, jadinya aku tak bisa melangkahi parit kecil ini degan leluasa. Akhirna aku berbalik arah ke tempat aku strike pertama tadi, sayang gabus yang tadi kudapatkan raib entah kemana. Hingga sampai di titian aku tidak lagi mendapatkan strike.

Okuma Tormenta dan Nemesis 3
Stike perdana si Bakau Crank
Istirahat sejenak di bawah pohon nangka, ngepul plus sebotol energy drink bikin kerongkongan lega. Cuaca adem, jadi asik bener buat lempar lempar.

Puas menikmati beberapa bantang rokok kesukaanku aku melanjutkan lempar lempar, kali ini aku bergerak ke arah barat dari titian, Lagi asik aik lempar lempar HPku berdering lagi. Willy udah nyampe di pertigaan kanal lantas ku arahkan agar menyusulku ke Paret Pokok. Selang beberapa saat kemudia Willy nongol. 

Willy setting perangkat sementara kau terus melempar lempar crank ke berbagai arah, hingga aku berada tepat di seberang Willy, tak ada sekalipun sambaran. Ketika willy hendak melempar lure buat pertama kalinya aku berteriak kepadanya agar mengganti kodok plastik tadi dengan crank. Baru dua kali lempar si willy dapet sambaran, sayang mocel.

Sangun JF
Telak Masbrow
Aku melanjutkan hingga melewati 2 titian sementara Willy masih penasaran dengan gabus yang mocel tadi. Sampai pada titian ketiga terlihat anakan gabus di sela sela tumbuhan air. Baru beberapa kali lempar tak ada reaksi dari indukan gabus, jangan jangan sudah kena angkut nih induknya. Dari soft lure hingga hard lure sampe torpedo pun tidak mendapat respon. 

Bosan mengganggu anakan gabus aku beranjak menyeberangi titian lantas duduk di dekat Willy beraksi. Melihat aku duduk santai si Willy lalu menghentikan aksinya. Ngalor ngidul seputar ngibulin gabus sampe seputar ngibulin orang... hahahahaha (just Kidding brow). 

Puas merokok, iseng aku mencoba piranti si Willy. Okuma tormenta plus Nemesis 3, jiahhhh eeuunnaaakkk tennaaannn... smoottthhh dan aku dengan mudahnya memperagakan gaya lempar backhand di depan Willy. Ketika Willy memintaku untuk mengulangi sekali lagi aku menolak... (pasti, kalau dua kali bakalan backlash, hahahahahaha)...

mancing Gabus
Nelayan Narsis
lemparan ku alihkan ke arah timur, 2 kali uncal strike dan landed seekor gabus degan ukuran sedang. Aku tak kuat menahan tawa melihat Willy mengomeli si gabus...

Puas lempar lempar di dekat Willy aku beranjak menuju motor lantas tarik gas pindah ke arah Barat. Kulihat debit air semakin turun. Iseng ku coba melempar si Sangun loncat. Pada lemparan ketiga si sangun mendapat sambaran. Fight sebentar dan landed lagi seekor gabus ukuran lumayan, kutaksir sekitar 6 ons... Lagi-lagi Willy hanya bisa ngomel karena kupaksa jadi fotografer dadakan, jiakakakakakaka...

Jam 17.00 WIb kami sudahi mancing lantas geber motor kabur dari spot...


Jika anda merasa artikel di blog ini bermanfaat dan ingin berlangganan, silahkan masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini:


Delivered by FeedBurner


1 komentar:

Mohammad Taufan mengatakan...

misi gan n salam kenal, ane sudah baca banyak artikel agan di mulai dari belakang ampe disini. ceritanya seeu, unik, dan lucu. rencana mau baca ampe tuntas ke antrian paling depan. ane tertarik dgn kecebong buatan agan, kira2 bisa pesen g? n dikirim ke madura. tlng pm ya gan thanks di tunggu kabarnya...

mr.opan84@gmail.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...